langit milik sang Maha Sempurna
terpana menembus raga
terpesona seiring getaran jiwa
aku teriakan kata-kata
tak ramah ditelinga
aku tak bisa bersastra
aku tak kuat menahan rasa
sebentuk lukisan wajah terlihat samar di sana
tersenyum kepada walupun terlambat
tapi aku mencoba membalasnya dengan senyum yang sedikit aku paksa
ada rasa yang menggila di dalam dada
aku aku aku....
lidahku kelu membeku
bibirku mebiru kaku
nafasku memburu
engkau sebentuk lukisan
dari dalam ingatan
dari dalam mimpi
dalam kenyataan kau akan selau ku sayangi....
untukmu utami
merinduku tak kan lagi
sukmaku sekarang menyatu
denganmu sampai tak ada lagi aku...
19 sepetember 2012
dalam memori elegi pagi
tersenyum kepada walupun terlambat
tapi aku mencoba membalasnya dengan senyum yang sedikit aku paksa
ada rasa yang menggila di dalam dada
aku aku aku....
lidahku kelu membeku
bibirku mebiru kaku
nafasku memburu
engkau sebentuk lukisan
dari dalam ingatan
dari dalam mimpi
dalam kenyataan kau akan selau ku sayangi....
untukmu utami
merinduku tak kan lagi
sukmaku sekarang menyatu
denganmu sampai tak ada lagi aku...
19 sepetember 2012
dalam memori elegi pagi